top of page
DJI_0030.jpg

Lingga Garden House
Bukan Sekedar Villa di Puncak
Tempat Anda merasakan udara sesungguhnya

Retret pegunungan seluas 3,8 hektare yang terletak di Puncak, dikelilingi ribuan pepohonan dan lanskap alami yang hidup dan terus bertumbuh. Ini bukan sekadar tempat untuk menginap, melainkan sebuah lingkungan yang hidup, di mana arsitektur dan alam tumbuh berdampingan.

Di seluruh area, Anda akan menemukan pohon manggis, salak, kopi, buah naga, dan durian, bersama ratusan spesies tanaman lainnya yang membentuk karakter ruang ini. Di dalam lanskap tersebut berdiri tiga rumah yang berbeda, masing-masing dengan kepribadiannya sendiri.

Screenshot 2026-02-28 at 1.22_edited.jpg

Rumah kebun 5 Kamar Tidur
Kapasitas hingga 16 Orang

Nusantara

Rumah Kebun Kami

IMG_5643_edited.jpg

Rumah kebun 4 Kamar Tidur

Kapasitas hingga 8 Orang

Alena

Untitled-43_edited.jpg

1 Kamar tidur kabin 

kapasitas hingga 2 orang

Venta

Fasilitas untuk Waktu yang Lebih Bermakna

  • Private natural swimming pool (chemical-free, wetland filtration system)

  • IMG_4204_edited.jpg

    3.8 Hectares livin garden.

    Mangosteen, salak, coffee, dragon fruit, avocado durian, etc.

  • IMG_5655.HEIC

    W ake up view directly to the mountain
    (Mount Salak & partial Mount Gede)

  • IMG_4471.jpeg

    Guided forrest trail

  • Screenshot 2026-02-28 at 10.18.47 AM.png

    Just minutes away from Puncak’s popular attractions

    1 km from Curug Cilember

    0.5 km from The Daun Cafe

    3 km from Kopi Klotok

    4 km from Taman Safari 

Cerita dari Tamu Kami

“Salah satu pengalaman menginap terbaik saya tahun ini. Suasananya, tempatnya, dan seluruh pengalamannya terasa begitu sempurna. Pasti akan kembali di perjalanan berikutnya.”

“Sangat nyaman dan luar biasa tenang.
Sebagai sebuah hidden gem, tempat ini menghadirkan suasana alam yang benar-benar terasa dan menyatu. Sangat direkomendasikan untuk keluarga yang mencari waktu berlibur yang tenang dan menenangkan.”

Ranti Rahma Putri

“Saya sangat menyukai lokasinya.. jauh dari keramaian, sehingga benar-benar terasa seperti pelarian dari kesibukan Jakarta.”

bottom of page